Loading dulu yah..orang sabar disayang Allah sob :)

Afikah “Oreo”, Korean Pop Dan Tiga Pintu Dalam Dirimu.



“Afikah…”
“iyaa?.”
LET ME IN!!!!
Siapapun yang pikirannya tidak langsung terbang ke iklan sebuah biscuit coklat jika mendengar kalimat di atas maka ia berhak disebut katrok atau bagi yang tegaan ia akan disebut kelamaan di kamar mandi. Soalnya, sepotong dialog tidak jelas dan bodoh oleh dua bocah yang unyu-unyu itu telah menjadi semacam pengetahuan wajib bagi siapapun yang hendak tetap hidup up to date pada zaman dimana tidak ada satu pun hal yang benar-benar update ini.  Aku yang katrok ini pun berbisik dalam hati hmm jika si Mbah Gramschi masih hidup, aku harus mengirim sms ke dia, menanyakan apakah hal ini termsuk hegemoni??.
Mari melihat fenomena yang sedikit lebih awal dan cakupannya lebih luas, ya sesuai judul tulisan ini, yang saya maksud adalah tsunami hallyu. Laman Wikipedia memberinya pengertian sebagai gelombang budaya Korea yang menyapu belahan dunia lain. Ekspor budaya, itulah yang sekarang dilakukan para pemakan gingseng itu. Bahkan konon ekspor budaya Korean Pop atau K-Pop mendatangkan lebih banyak lembaran Won dibanding ekspor produk elektronik. Omo…
Afektif, Kognitif, Behavioral
So, jangan heran jika sekarang seorang gadis di sebuah dusun di pelosok pulau Jawa tidak akan terlalu tersentuh lagi dengan rayu gombal pacarnya jika tidak diselipi neoroul sarang hae…si sela-sela lagu Stasion Balapan  ahehe. Juga sudah fenomena jamak jika ada dua remaja yang saling menyapa dengan annyong haseyo. Dan… ya tentu saja kita tahu ke kiblat mana SM*SH, Cherrybell dan sebangsanya menghadap. Apakah itu salah?. Ohho… saya tidak akan menyatakan itu salah. Itu adalah bentuk dari kreatifitas (dan keceradasan memenuhi kebutuhan pasar). Saya hanya menyajikan ulang hal yang sudah lama kita tahu.
Apa arti semua itu?... ya tidak lain dan tidak bukan adalah fenomena derasnya arus informasi. Jika seorang artis Korea kentut di sudut gelap di Seoul sana, lalu seorang paparazzi kejar tayang memasukkannnya ke internet, atau si artis sendiri yang berkicau ti twitter, maka informasi itu akan segera menyebar ke seluruh dunia. Ekstimnya, para ababil penggila Korea mungkin akan senang kentut sembarangan sebagai wujud pengamalan atas tren baru sang artis. Hehe ini contoh ekstrim.  
Alvin Tovler si peramal ilmiyah atau bekennya disebut  futurolog memang telah jauh-jauh hari memberikan kita sebuah kabar : masa yang akan datang adalah era informasi, siapa pemegang dan pengendali informasi dialah penggenggam dunia.
Kabar baik atau burukkah “nubuat” Toffler dalam buku The Third Wave itu?. Jawabannya, tergantung dirimu sendiri. Jika kau sanggup berdiri dan tetap menggenggam jati dirmimu maka ia adalah berita baik. Jika tidak?. Hmmm entahlah.  Intinya sekarang informasi bagaikan tsunami yang kecepatannya menyebar ke setiap sudut dunia masya Allah cepatnya. Tidak heran jika ada seorang penulis buku agama apokalipstik yang menganggap bahwa Dajjal yang mampu menjelajah dunia dalam sekejap itu telah muncul. Ia beranggapan informasi buruk yang bertebaran dimana-mana itu adalah si Dajjal.
Lalu bagaimana kita harus menyikapinya?. Ketika hendak memikirkan jawaban dari pertanyaan ini saya teringat penjelasan dalam mata kuliah Ilmu Komunikasi. Kita sebagai komunikan penerima semua serbuan informs ini memiliki tiga pintu dalam diri kita. Sejauh mana sebuah informasi berefek pada dirimu itu tergantung pintu apa saja yang kamu buka.
Pintu pertama adalah gerbang kognitif. Jika kamu membuka gerbang ini saja berarti kamu hanya menerima segala informs itu sebagai tambahan file pengetahuanmu. Sebagai tambahan wawasan saja. Mengetahui bukan berarti mengamini kata Ayu Utami, dan mengimani tambah saya. Orang yang hanya membuka pintu ini, jika ia menonton drama Korea misalnya, maka semua itu hanya menjadi tambahan informasi baginya tentang budaya dan masyarakat Korea. Misalnya ia menjadi tahu etos kerja mereka yang tinggi dan penghargaan mereka atas kerja keras, hal itu tercermin dari sapaan seorang bos kepada anak buahnya “kamu telah bekerja keras”.  Jika meliaht K-Pop dengan membuka pintu ini saja maka tanpa mempelajari khusus tentang Korea, tanpa ensiklopedia, kamu bisa menganalisa beberapa aspek budaya mereka.
Gerbang kedua adalah afektif. Orang yang membuka pintu ini ketika menangkap sebuah informasi maka informasi itu akan berefek pada psikologisnya. Gampangnya misalnya seorang yang lagi putus asa lalu mengejar mimpinya, lalu ia menonton drama Dream High, eh tiba-tiba ia merasa punya energy baru untuk mengejar impian berarti ia membuka pintu afektifnya. Contoh ini adalah positif, yang negatifnya tentu saja ada. Menurut saya untuk membuka pintu ini, kamu harus hati-hati, jika tidak kamu akan menjadi budak perasaan dari informasi yang tidak semuanya mendidik itu. Sebuah contoh ekstrim yang mengerika misalnya anak-anak yang gantung diri setelah melihat tayangan video digantungnya Saddam Husain dulu.
Pintu ketiga adalah pintu behavioral. Pintu inilah yang paling kamu jaga agar tidak terbuka untuk setiap informasi, bisa gawat jika kamu membukanya untuk semua informasi. Seseorang yang membuka pintu ini akan terpengaruh tingkah laku dan kebiasaannya oleh inforasi yang ia peroleh. Anak-anak muda semacam ini banyak kita jumpai, misalnya mereka yang menjadikan kebiasaan-kebiasaan dalam drama Korea sebagai bagian dari hidupnya. Ahhmiris juga hehe..
Nahh temans yang tercinta, akhirnya saya mau bilang marilah kita bersikap bijak dalam memilih dan memilah informasi mana saja yang pantas kita buka untuk pintu-pintu itu. Jika merujuk pada tuntunan Islam yang menghendaki kita untuk ta’aruf saling mengenal antara sesame manusia dan memperbanyak ilmu, maka tak apalah menerima beragam informs dengan hanya membuka pintu kognitif. Adapun pintu behavioral, maka hati-hatilah, Rasulullah saw telah memberikan warning : man tasyabbaha bi qaumin fahuwa minhum : 나라를 누가 가져, 그것은 그들의 일부입니다hahahaha….. ini pake gugel traslet, harap maklum jika ancur arasso!!!??.  

Masukkan alamat email kamu disini:

Posting Keren Lainnya : Bloggeron

0 komentar:

:f :D :x B-) b-( :@ x( :? ;;) :-B :| :)) :(( =(( :s :-j :-p :-o :-g :-x

Posting Komentar

Daftar Isi Blog-Ku

Diberdayakan oleh Blogger.

Inilah Aku..

Foto saya
Yogyakarta, DIY, Indonesia
mengejar impian sederhana menjadi pecinta semesta terus berusaha menjadi manusia, maklumlah, saya ini separh tanah separuh ruh tuhan menonton dunia dari pojok sejarah

Sering Dibaca

Ayo Berteman