Loading dulu yah..orang sabar disayang Allah sob :)

MEGALOAMNIA monster penghancur sukses


Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa sobat-sobat , semua ingin menjadi seorang yang sukses. Siapa sih yang tidak mau sukses?, semua orang melakukan apapun yang mereka sanggup lakukan untuk mencapai kesuksesan. Seorang pelajar seperti sobat , akan belajar banting tulang-belulang, belajar siang malam, ikut bimbingan belajar, bahkan mengundang guru private  demi mendapatkan kesuksesan dalam  studinya. Seorang petani rela disengat surya digiglkan hujan di ladangnya untuk mendapatkan panen yang melimpah, sukses. Seorang pelukis tidak peduli lagi dengan waktunya yang habis berhari-hari bahkan berbulan bulan di studio lukisnya, yang ia kejar adalah karya yang indah, sukses.

Yah begitulah sobat, siapa saja akan mengorbankan apa saja demi mencapai yang terbaik dalam bidang yang digelutinya. Tenaga yang terporsir, biaya yang terkuras dan waktu yang habis tidak menjadi masalah, asalkan ia dapat mencapai apa yang ia impikan, yang ia kejar.  Satu hal yang pasti sobat ,, mencapai kesuksesan itu tidaklah selalu mudah. Kisah penemuan bohlam oleh mbah Thomas Alfa Edison tentu sudah kita ketahui, bagaimana kerasnya ia berusaha tanpa kenal lelah sampai kemudian bisa menemukan bohlam. Atau contoh yang paling fenomenal sepanjang sejarah manusia adalah kisah sukses dakwah Rasulullah saw.  

Namun apakah semua telah selesai ketika kita telah mencapai suatu pencapaian yang bisa dikatakan satu kesuksesan?. Owwhh ternyata tidak sobat, ada hal lain yang harus diperhatikan dan dilakukan segera!. Yak betul, mempertahankan pencapaian atau kesuksesan yang telah diraih itu. Why?, karena  sukses bukanlah berhenti pada satu titik yang telah kita capai sob, tapi ia adalah perjalanan dari satu titik sukses ke titik berikutnya, dan baru berakhir ketika kamu telah ongkang-ongkang kaki sambil minum jus buah di surga firdaus kelak.  Kesuksesan yang telah diraih harus dijaga, dipertahankan, karena tanpa sobat sadari, dalam kegelapan hati ada seekor monster sedang mengendap endap, mendekat perlahan, lalu menuggumu lengah dan satu kali terkaman, kesuksesanmu hancur lebur!!.

Namanya Megalomania, nama yang keren bukan?. Hehe, namanya bersal dari bahasa Yunani yang artinya sangat besar, hebat, dan berlebih-lebihan. Sigmund Freud, psikoanalis yang hobi jalan-jalan ke alam bawah sadar manusia itu bilang kalo Megalomania itu keadaan mental dimana seorang menilai dirinya secara  berlebihan dan mengharagai diri melampaui batas.

 Jadi monster penghancur kesuksesan itu adalah sebauh penyakit mental bernama Megalomania. Begaimana si Megalomania ini memporak-porandakan kesuksesanmu?. Begini sob, si Megalomania ini akan mempengaruhi seorang yang telah berhasil mencapai suatu titik kesuksesan sehingga orang itu mulai merasa hebat dengan titk pencapaiannya itu. Setelah terkena racun sengatan megalomania, orang itu akan menilai titk suksesnya secara berlebihan, meresa telah mengerjakan sebuah perbuatan yang luar bisa. Lalu akhirnya, ia akan terbuai dan berhenti memimpikan apa lagi mengejar titk sukses berikutnya karena merasa telah cukup dengan yang telah ia dapatkan.  Padahal, kesuksesan itu tidak berhenti pada satu titik seperti telah saya sampaiakn tadi, ia adalah serangkaian pencapaian yang baru berakhir di surga insya Allah. Namun malang bagi orang yang diserang si Megalomania, api perjuangannya akan padam, ia akan puas denga kesuksesan kecilnya. Ketika itu terjadi maka kesuksesannya yang sejati telah hancur lebur. Maka sobat, hati-hatilah selalu, jaga spiritmu, jaga kesuksesanmu, jangan sampai dirusak monster Megalomania.

Masukkan alamat email kamu disini:

Posting Keren Lainnya : Bloggeron

0 komentar:

:f :D :x B-) b-( :@ x( :? ;;) :-B :| :)) :(( =(( :s :-j :-p :-o :-g :-x

Posting Komentar

Daftar Isi Blog-Ku

Diberdayakan oleh Blogger.

Inilah Aku..

Foto saya
Yogyakarta, DIY, Indonesia
mengejar impian sederhana menjadi pecinta semesta terus berusaha menjadi manusia, maklumlah, saya ini separh tanah separuh ruh tuhan menonton dunia dari pojok sejarah

Sering Dibaca

Ayo Berteman